About Me

Mengenal Tentang Aplikasi Plastic Additives

[catatan-kuliah-engineer] Bersyukurlah kita yang hidup dengan kemajuan teknologi yang luar biasa. Rekayasa menjadi sebuah keunggulan manusia modern. Salah satu bentuk rekayasa yang sangat fenomenal adalah ditemukannya plastik. Plastik merupakan temuan dibidang rekayasa rantai monomer Etylene atau Propylene menjadi Polymer.

Jika tanpa ditemukannya plastik, bayangkan kaca mobil anda harus terbuat dari kaca konvensional yang mudah pecah jika terkena ketukan atau goncangan pada sisi-sisinya? Mungkin tidak ada yang menyadari bahwa kaca yang terpasang di kendaraan merupakan campuran kaca dengan plastik sehingga menghasilkan paduan teknologi seperti anti pecah, UV protection dan anti glare.

Formula 1 Car Body. Sumber : feelgrafix.com
Kesemua kemampuan kaca diatas dapat dihasilkan dari penambahan Plastic Additives. Plastic Additives adalah sejenis plastic masterbatch. Selain pada cermin, pengaplikasian Plastic Additives juga bisa kita temukan pada bemper kendaraan berupa fiber carbon, bayangkan seberapa berat kendaraan formula 1 jika semua bodinya terbuat dari logam?





Jenis-Jenis Plastic Additives


Chip Plastic Additive. Sumber : google.com

Banyak rentang jenis-jenis plastik additives. Dan masing-masing memiliki keunggulan tersendiri, pada artikel kali ini akan dijelaskan beberapa plastic additive yang paling sering digunakan, antara lain :
  1. Anti Counterfeiting
    Biodegradable Plastic. Sumber : lifelinetechnologies.in

    Tidak familiar dengan istilah Anti Counterfeiting? Kemampuan polymer ini adalah memberikan keamanan pada plastik dari bahaya radiasi. Sebagai contoh aplikasi anti UV pada kaca kendaraan kita. Kaca mobil diberi campuran plastik yang berwarna lebih biru gelap untuk meredam gelombang UV.
  2. Biodegradable
    Yang sedang populer saat ini adalah plastik biodegradable, atau plastik yang dapat hancur dengan sendirinya. Kemampuan ini dirancang pada rantai kimia plastik, sehingga plastik tetap kuat untuk menampung sejumlah beban. Dan pada kurun waktu tertentu akibat terpapar Cahaya, Suhu atau Tekanan, membuat rantai kimia polimernya lepas/hancur.
  3. Anti Static Agent
    Anti Statik disini bukan berarti plastik tidak akan menempel jika dipanaskan. Lebih kepada menghilangkan kemampuan elektro-statik. Yup, jika kita ingat pelajaran IPA SD, ketika menggosokan penggaris plastik ke rambut atau pakaian, dan meletakan beberapa potongan kertas diatas meja, maka potongan tersebut akan menempel. Biasanya applikasi ini diberikan untuk produk yang sering mengalami gesekan, baling-baling kipas misalnya.
Ketiga jenis plastic additives diatas merupakan yang paling umum dan familiar di telinga kita dan applikasinya sudah kita rasakan. Masih banyak tentunya jenis-jenis Plastic Additives dengan fungsi yang beragam. Kesemuanya akan dibahas lebih lanjut di artikel berikutnya.

Post a Comment

0 Comments